Kok Bisa Kuliah di Luar Negeri?





Kontributor: Nur Rosita (Dosen Bahasa Inggris Universitas Negeri Padang, Alumni S2 Linguistik Osmania University Hyderabad India, Penerima Beasiswa ICCR)

 

“Semua mimpi berasal dari diri, tergantung dirimu mau menjadikannya nyata atau tidak, jika ingin nyata bergerak, bertindak, dan berusaha!”

 

Pendidikan memang telah menjadi kebutuhan primer individu di era modern seperti sekarang ini. Bahkan seolah ia lebih penting daripada nasi yang biasa dimakan kebanyakan orang Indonesia 3 kali sehari. Bagi seseorang yang selalu “lapar” akan ilmu ia akan terus berusaha menambah wawasan dan pengetahuan demi menajamkan pola fikir. Pendidikan sekarang ini juga telah menjadi investasi masa depan yang menjanjikan bagi individu dalam meningkatkan kualitas profesionalismenya di dalam kehidupan sosialnya. Karena biasanya semakin tinggi skala pendidikan seseorang maka akan semakin tinggi “nilai jualnya’ diberbagai bidang pekerjaan.




Banyak yang beranggapan bahwa pendidikan itu mahal harganya, hanya orang berduit yang bisa merasakannya. Salah! Dogma seperti ini jelas salah. Untuk mengenyam pendidikan kita tidak harus punya banyak uang. Banyak cara yang bisa kita tempuh untuk dapat merasakan manisnya berpendidikan yaitu salah satunya dengan berburu beasiswa. Baik itu beasiswa dalam negeri maupun beasiswa luar negeri.

Lalu pertanyaaan selanjutnya muncul. “Bagaimana sih caranya bisa kuliah ke luar negeri?”. Jika kita browsing di google tentang bagaimana cara kuliah ke luar negeri mungkin ratusan ribu link halaman yang memuat hal itu bisa kita dapatkan dengan mudah. Namun demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai langkah awal kita untuk selangkah maju kedepan dengan mimpi kita berkuliah ke luar negeri:




1. Yakin
Yakin adalah modal awal kita untuk terus berjuang mewujudkan mimpi yang telah lama dibawa tidur. Tanpa keyakinan kita akan goyah untuk melangkah karena doubt kills more dreams than failure ever will. Jadi kita harus benar-benar yakin bahwa apa yang kita usahakan akan membawakan hasil apapun itu. Yakin kalau kamu pasti lulus.




2. Gila Informasi
Setelah keyakinan untuk berkuliah ke luar negeri bersemayam di hati kita harus mewujudkannya menjadi langkah nyata. Mustahil sekali kita dapat mengetahui perkembangan terkini kalau cuma ongkang kaki atau bersemedi. Di zaman gadget seperti sekarang ini kita bisa dengan mudah mendapatkan inforamsi. Nah gunakan itu dengan sebaik-baiknya jika perlu setiap hari googling informasi terbaru seputar berkuliah ke luar negeri. Kesempatan gila informasi bisa kita gunakan untuk mencari informasi tentang jurusan dan universitas yang kita minati.




3. Siapkan berkas lengkapi syarat administrasi
Setelah mendapatkan beberapa referensi universitas yang diminati, sekarang saatnya mulai mengumpulkan persyaratan yang diminta. Pada dasarnya sih yang diminta oleh berbagai universitas itu selain ijazah, transkrip dan dokumen dasar lainnya, yang kita perlu perhatikan dan mulai dipersiapkan dari awal adalah TOEFL/IELTS, surat referensi (biasanya dua buah) dari dosen dan atasan di tempat kerja, serta motivation letter. Nah, di motivation letter ini juga perlu kita perhatikan karena biasanya mereka (terutama yang enggak ada interview) akan menilai apakah kita sesuai dengan kriteria mereka atau enggak adalah berdasarkan si motivation letter ini. Makanya disini kita tunjukkan kelebihan diri kita dan juga kasih alasan yang jelas kenapa kita ingin kuliah di universitas tersebut.

4. Become a scholarship hunter
Ini juga penting. Bagi yang memiliki orang tua dengan taraf ekonomi yang lebih mungkin mudah saja bagi mereka untuk kuliah ke luar negeri. Tapi bagi sebagian yang tidak ingin merepotkan orang tua dalam hal pendidikan bisa mengandalkan beasiswa yang banyak ditawarkan saat ini. Kita juga harus jeli dalam memilih beasiswa berdasarkan kemampuan kita. Jadi kan beasiswa itu ada banyak macamnya, ada yang harus dapat beasiswa dulu baru penentuan universitasnya belakangan (misalnya, Fulbright scholarship), lalu ada juga beasiswa yang mensyaratkan untuk harus ada LoA/Letter of Acceptance dari universitas yang dituju baru bisa apply beasiswanya (misalnya, Dikti, Diknas, LPDP), ada juga beasiswa dari pemerintah Indonesia dengan negara yang dituju (misalnya untuk Inggris, beasiswa Chevening), dan ada juga beasiswa yang disediakan dari universitas yang dituju itu sendiri atau dari Negara yang dituju atas kerja sama dengan pemerintah Indonesia seperti beasiswa ICCR dari India atau beasiswa pemerintah Brunei Darussalam.




Kita harus percaya bahwa kuliah ke luar negeri merupakan investasi waktu yang berharga bagi kita dan mudah-mudahan juga bagi orang di sekitar kita. Kita yakin bahwa Indonesia membutuhkan banyak pemimpin yang berwawasan luas, dan kuliah ke luar negeri adalah salah satu cara untuk menambah wawasan dan jaringan kita dalam mempersiapkan diri menjadi pemimpin di masa yang akan datang. Jangan khawatir soal finansial, ada begitu banyak beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Indonesia maupun pemerintah negara asing.

So what are you waiting for? Hurry up! Strengthen your will to study abroad.

Sumber Ilustrasi Foto: Fb Nur Rosita

Leave a Comment