Kesempatan Kuliah di Luar Negeri Semakin Besar





Kontributor: Anggun Gunawan

 

Berbagai negara di dunia terus berlomba meningkatkan jumlah mahasiswa asing (international student) untuk datang dan menempuh studi di berbagai perguruan tinggi yang mereka miliki. Hal ini menjadi peluang bagi anak-anak muda Indonesia yang ingin merasakan suasana berbeda dengan menempuh pendidikan S1, S2 dan S3 di berbagai negara di dunia.

Sebagai contoh, Australia menargetkan 720.000 mahasiswa internasional pada tahun 2025. Perancis merilis ekspektasi untuk mendatangkan 470 ribu mahasiswa asing ke negaranya. China  membuka peluang 500 ribu kuota bagi mahasiswa internasional untuk menempuh pendidikan tinggi di berbagai universitas yang mereka miliki. Target yang dirilis China, 200 ribu melebihi harapan Jepang yang mematok angka 300 ribu orang mahasiswa asing untuk studi di negeri sakura itu di tahun 2020.










Negeri Jiran Indonesia – Malaysia – juga tidak mau ketinggalan. Negeri Siti Nurhaliza ini memasang target pada tahun 2025 sudah ada 250.000 mahasiswa asing yang kuliah di negara mereka. Angka tersebut hampir 36 kali lipat dibandingkan mahasiswa asing yang datang ke Indonesia pada tahun 2016 yang baru mendekati angka 7000 orang.

Pembukaan kran mahasiswa asing ini memberikan kesempatan yang luas bagi anak-anak Indonesia untuk bisa merasakan suasana pembelajaran yang berbeda dibandingkan dengan apa yang dirasakan di negaranya sendiri. Apalagi jika kampus yang dituju adalah kampus-kampus dengan rangking yang lebih tinggi dibandingkan peringkat universitas-universitas yang ada di Indonesia. Peluang itu semakin luas dengan ketersediaan berbagai beasiswa baik yang ditawarkan oleh Pemerintah setempat seperti Stuned (Belanda), Chevening (Inggris), DAAD (Jerman), maupun beasiswa yang disediakan oleh pemerintah Indonesia sendiri, yaitu beasiswa LPDP yang memiliki kuota cukup besar yakni 1000 – 5000 kursi setiap tahunnya.

Berlomba-lombanya berbagai negara untuk meningkatkan porsi Mahasiswa Internasional didorong oleh berbagai faktor, antara lain: meningkatkan rangking universitas dan meningkatkan devisa negara.









Berbagai lembaga perangkingan perguruan tinggi level dunia mencantumkan kriteria jumlah “International Student” sebagai parameter penilaian. Selain itu, kehadiran mahasiswa asing dengan kualifikasi akademik mumpuni akan meningkatkan kemampuan riset dan pengaruh universitas tersebut dalam publikasi dan wacana keilmuan level internasional.

UK sebagai salah satu negara yang diminati oleh mahasiswa internasional merasakan dampak yang signifikan dalam pertumbuhan ekonomi mereka lewat kehadiran mahasiswa dari berbagai negara tersebut. Pada tahun 2014 mahasiswa asing berkontribusi sebesar 10,8 miliar pound sterling  atau setara 205,2 triliun rupiah (Kurs 1 pound sterling = Rp. 19.000) untuk pendapatan ekspor. Di tahun yang sama tercatat  5,4 miliar pound sterling atau 102,6 triliyun rupiah dikeluarkan oleh mahasiswa asing di UK untuk biaya kuliah, akomodasi dan pembelian barang-barang kebutuhan sehari-hari.

 

Sumber Bacaan:

  • https://www.eaie.org/blog/wp-content/uploads/2017/07/fff.png
  • https://www.goodnewsfromindonesia.id/2017/05/19/mahasiswa-asing-di-indonesia-bisa-peroleh-student-visa-lebih-cepat
  • http://www.universitiesuk.ac.uk/policy-and-analysis/reports/PublishingImages/economic-impact-international-students.png

Sumber Ilustrasi Foto:
https://monitor-cdn5.icef.com/wp-content/uploads/2015/11/international-student-mobility.jpg




Leave a Comment