Oriza Agustin Resmi Sandang Gelar Doktor “Pengembangan Masyarakat Islam” dengan “Sangat Memuaskan”

Jum’at, 11 Desember 2020 merupakan hari istimewa bagi Dr. Oriza Agustin, M.Si., penerima Beasiswa 5000 Doktor dari Kementrian Agama, karena hasil dari perjuangan dan usahanya selama 3 tahun ini berhasil memperoleh gelar Doktor dalam bidang Pengembangan Masyarakat Islam dan telah dikukuhkan dalam sidang promosi Doktoral yang bertempat di Ruang Sidang Gedung Pasca Sarjana UIN Raden Intan Lampung.

Usaha memang tidak akan menghianati hasil, dengan motivasi yang tinggi dan perjuangan yang begitu keras serta doa dan support dari banyak pihak, Ibu Ori sapaan akrab beliau, yang juga merupakan Istri dari Bapak Fajar Prasetya dan Ibu dari Fahribi Ibnu Syauqillah dan Shahnaz Hayfa Aqilah ini, dapat melewati dengan baik dan dapat menamatkan pendidikan doktoral dengan tepat waktu serta hasil yang sangat memuaskan.

Promosi ini sekaligus menjadi launching buku terbaru karya Oriza Agustin. Buku ini merupakan buku ke tiga yang telah di terbitkan sebelumnya, berjudul Public Relation sebagai Strategi Komunikasi Dakwah, intisari dari pemikiran dan pengalaman beliau dalam sebuah penelitian yang juga diterbitkan di jurnal internasional Eropa (European Alliance for Innovation) yang berjudul Public Relation sebagai Strategi Komunikasi Dakwah Dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Islam Lembaga Amil Zakat Daarut Tauhid Peduli Kota Metro.

Kecintaannya dalam dunia literasi membuatnya tidak puas hanya dengan melahirkan buku-buku bermanfaat. Ibu Ori menjejakkan langkahnya lebih jauh dengan mendirikan usaha di bidang penerbitan buku, Agree Media Publishing. Perusahaan yang baru berjalan sekitar 1 tahun ini rupanya membawa iklim positif yang melebihi dari harapan. Hal tersebut tidak lepas dari hubungan kerja sama dan komunikasi dengan banyak pihak yang sudah beliau jalin sejak lama.

Dalam bidang pendidikan doktoral ini, anak pertama dari Bapak Nofri Hendri dan Ibu Tisna ini memfokuskan diri di bidang konsentrasi pengembangan masyarakat islam di Fakultas ilmu Dakwah dan Komunikasi. Hal tersebut membuat Oriza Agustin merasa harus bertanggung jawab untuk mengaplikasikan ilmunya secara nyata agar bermanfaat bagi sesama. Dari situlah mulai muncul gagasannya tentang gerakan komunitas pemberdayaan umat bertajuk Teras Komunal. Dengan mengusung slogan “One Donors One Space“, Oriza dan para relawan lainnya biasa disebut tim Teras Komunal mengajak serta merangkul masyarakat untuk sadar dan juga berkontribusi dalam beramal dan berbagi kepada sesama dengan cara menyediakan ruang publik sebagai tempat berdiskusi dan mengadakan pelatihan untuk pemberdayaan untuk mensejahterakan umat. Gerakan Teras komunal ini merupakan perpanjangan tangan dari Yayasan Daarut Tauhid dalam menjaring para donatur dan juga pelaksanaan program-program pemberdayaan dari Daarut Tauhiid Peduli Kota Metro.

Dalam kesempatan kali ini, beliau menyampaikan bahwa sampainya beliau di tahap ini tidak luput dari peran serta dukungan dan doa semua guru-guru semenjak kecil hingga titik ini, akademisi, orang tua, keluarga tercinta, para sahabat di komunitas, dan masyarakat. Tak lupa pula beliau mengucapkan terima kasih dan salam hormat untuk para promotor Prof. Dr. H. Khomsahrial Romli, M.Si, Dr. Jasmadi, M.Ag, dan Dr. Fitri Yanti, M.A serta seluruh Tim penguji, Prof. Dr. Moh. Mukri, M.Ag., Bambang Budiwiranto, Ph.D, Prof. Dr H. M. Nasor, M.Si., Prof. Dr. Khomsarial Romli, M.Si., Prof. Dr. H. Sulthan Syahril, MA, Dr. Jasmadi, M.Ag., Dr. Fitri Yanti, M.A., dan Prof. Dr. Idham Kholid, M.Ag., serta dosen dan karyawan pasca sarjana UIN Raden intan Lampung sebagai almamater tercinta.

Tak ada yang tak mungkin apabila Allah SWT memberi izin kepada hambanya untuk mendulang ilmu, karena sejatinya keterbatasan akan dapat dihadang hanya dengan ketekunan, dan doa. Perjalanan panjang dalam menempuh studi ini begitu diwarnai dengan halangan dan rintangan yang tidak mudah dilalui. Namun itulah yang akan mengokohkan pemikiran merubah pola berfikir kita atau way of thinking, bahwasanya mempelajari adab adalah penting sebelum mempelajari suatu ilmu. Hendaknya menjadi catatan penting bahwa ibarat ungkapan ilmu padi, semakin berisi akan semakin merunduk. Semoga ilmu dan jenjang pendidikan yang telah didapat ini, menjadi salah satu penyumbang pemikiran untuk langkah besar dakwah dan perubahan-perubahan kedepan yang lebih baik dalam keilmuan dan pemberdayaan masyarakat sekitar.

Leave a Comment